Pendidikan

Universitas Udayana Perkuat Pembelajaran Pupuk Organik Cair di P4S Kadek Organic Farm

×

Universitas Udayana Perkuat Pembelajaran Pupuk Organik Cair di P4S Kadek Organic Farm

Sebarkan artikel ini

De14dotcom, TABANAN, BALI – Universitas Udayana terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pertanian berkelanjutan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kali ini, penguatan dilakukan melalui pembelajaran pemanfaatan limbah pertanian menjadi pupuk organik cair (POC) di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Kadek Organic Farm, Banjar Munduk Andong, Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.

Kegiatan bertajuk “Penguatan Pembelajaran Pupuk Organik Cair Limbah Pertanian di P4S Kadek Organic Farm” yang berlangsung pada Minggu (2/8/2026) tersebut diikuti 35 peserta yang terdiri atas petani muda, petani, anggota P4S, mahasiswa, serta masyarakat.

UNIVERSITAS UDAYANA PERKUAT PEMBELAJARAN PUPUK ORGANIK CAIR DI P4S KADEK ORGANIC FARM

Program ini tidak hanya berfokus pada pelatihan pembuatan pupuk organik cair, tetapi juga memperkuat sistem pembelajaran di P4S agar proses edukasi mengenai pengolahan limbah pertanian dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Ketua Tim Pengabdian Universitas Udayana, Restiana Maulinda, menjelaskan bahwa selama ini pembelajaran pembuatan POC masih dilakukan secara sederhana sehingga diperlukan dukungan sarana pembelajaran yang lebih memadai.

“Pembelajaran pembuatan POC sebelumnya masih dilakukan secara sederhana dan belum didukung sarana pembelajaran yang memadai. Karena itu, kegiatan ini tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga memperkuat sarana pembelajaran, menyediakan perangkat praktik, serta menyiapkan modul dan SOP agar proses pembelajaran dapat terus dikembangkan di P4S,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan, tim pengabdian menyerahkan sejumlah peralatan edukasi kepada P4S Kadek Organic Farm, yakni satu unit mesin pencacah hijauan, komposter berkapasitas 200 liter dan 160 liter, timbangan digital 150 kilogram, soil sensor multifungsi 8 in 1, serta water quality tester multifungsi 5 in 1.

Peralatan tersebut difungsikan sebagai media pembelajaran dan demonstrasi sehingga peserta dapat mempraktikkan langsung setiap tahapan pengolahan limbah organik menjadi pupuk cair.

“Peralatan ini kami tempatkan sebagai bagian dari sarana edukasi. Peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi dapat melihat dan mempraktikkan langsung penggunaan alat serta tahapan pengolahan bahan untuk pembuatan POC,” kata Restiana.

Selain meningkatkan keterampilan teknis, program ini juga mendorong perubahan pola pikir masyarakat, khususnya generasi muda, agar memandang limbah pertanian sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat bagi keberlanjutan pertanian.

Menurut Restiana, limbah pertanian tidak seharusnya dianggap sebagai sisa yang tidak berguna, melainkan dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang mendukung produktivitas lahan sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti diskusi mengenai jenis limbah yang dapat diolah menjadi POC, tahapan fermentasi, teknik pengolahan, hingga cara pemanfaatannya di lahan pertanian. Mereka juga memperoleh pengalaman langsung menggunakan mesin pencacah, komposter, dan berbagai alat ukur sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Untuk mengukur efektivitas kegiatan, tim pengabdian melaksanakan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi digunakan untuk mengetahui peningkatan pemahaman peserta mengenai bahan baku POC, tahapan pembuatannya, serta kemampuan menggunakan peralatan yang telah disediakan.

Tak hanya menyediakan peralatan, Universitas Udayana juga tengah menyusun modul pembelajaran dan Standar Operasional Prosedur (SOP) pembuatan pupuk organik cair yang nantinya akan menjadi pedoman dalam setiap pelatihan di P4S Kadek Organic Farm.

Dengan dukungan sarana dan perangkat pembelajaran tersebut, P4S diharapkan mampu terus mengembangkan pelatihan secara mandiri sehingga manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“P4S memiliki peran penting sebagai tempat belajar. Kami berharap sarana pembelajaran yang diberikan serta modul dan SOP yang disiapkan dapat mendukung kegiatan pembelajaran dan pelatihan pertanian organik, termasuk bagi petani muda dan masyarakat yang ingin belajar memanfaatkan limbah pertanian,” tutur Restiana.

Program “Penguatan Pembelajaran Pupuk Organik Cair Limbah Pertanian di P4S Kadek Organic Farm” merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) pada ruang lingkup Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) Tahun Pendanaan 2026.

Kegiatan ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek) Tahun Pendanaan 2026 sebagai upaya memperkuat penerapan pertanian organik berbasis pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan limbah pertanian yang berkelanjutan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *