ads

3.626 Ton Santan Kelapa Asal Sumut Diekspor ke Mancanegara 

Medan – Badan Karantina Indonesia (Barantin) di Belawan mengekspor santan kelapa asal Sumut mencapai 3.626 ton dengan nilai Rp77 miliar. Santan kelapa tersebut dikirim ke berbagai negara seperti Malaysia, Brazil, China, Romania, Netherland dan Australia.

“Santan kelapa yang diekspor melalui Barantin di Belawan mencapai 3.626 ton pada periode Januari hingga September 2023,” kata Kepala UPT Barantin di Belawan, Lenny Hartati Harahap.

Lenny mengatakan berdasarkan UU Nomor 21 Tahun 2019 memberikan amanah kepada Barantin untuk memastikan dan memberikan jaminan keamanan pangan setiap komoditas pertanian dan perikanan serta olahannya yang akan di ekspor dalam kondisi sehat dan aman dikonsumsi.

“Sebelum melakukan pemeriksaan fisik, kami telah memastikan seluruh dokumen persyaratan administrasi juga telah lengkap,” urainya.

Selanjutnya, tambah Lenny, pejabat karantina memeriksa kebenaran jenis dan jumlah produk yang akan diekspor sesuai dokumen.

“Pejabat karantina juga memastikan bahwa santan dan kemasan bersih dan bebas dari reinvestasi organisme pengganggu tumbuhan serta kontaminasi tanah dan benda lain,” terangnya.

Sebelum produk dimasukkan ke kontainer pengangkut, kebersihan dan kelayakan kontainer juga menjadi bagian pemeriksaan.

Komoditas yang diekspor, lanjutnya, harus dipastikan dalam keadaan sehat, tidak ada hama penyakit yang terbawa. Lalu dokumen Phytosanitari Certificate (PC) dapat diterbitkan.

“PC merupakan persyaratan ekspor santan kelapa yang dipersyaratkan negara Malaysia, sebagai bentuk jaminan terhadap produk yang akan diekspor dan jaminan diterima negara tujuan terhadap produk tersebut,” pungkasnya.

Lenny menyampaikan apresiasi kepada eksportir di Sumut yang telah berupaya melakukan ekspor komoditas pertanian ke mancanegara, sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi komoditas tersebut.

“Dengan begitu, maka lebih banyak menyerap tenaga kerja dalam negeri dan nilai produk yang diekspor juga semakin tinggi. Selain itu, secara teknis produk jadi ini juga akan memperkecil risiko terkontaminasi organisme pengganggu tumbuhan,” pungkas Lenny. (Nor)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *