L
Pendidikan

Kepala LLDikti Wilayah I Hadiri Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026: Wawasan Ekonomi Global untuk Perguruan Tinggi Indonesia

×

Kepala LLDikti Wilayah I Hadiri Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026: Wawasan Ekonomi Global untuk Perguruan Tinggi Indonesia

Sebarkan artikel ini

De14dotcom, Jakarta — Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I, Prof. Saiful Anwar Matondang, Ph.D., menghadiri Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Forum nasional yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) ini mempertemukan 2.600 rektor, dekan, dan dosen perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS) dari seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua, atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.

Sarasehan berlangsung selama tiga hari, 26–28 Juni 2026, dengan tema “Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia”, mencakup simposium dan diskusi panel di bidang pertanian, energi, ekonomi dan keuangan, ketahanan pangan, kelautan dan perikanan, hilirisasi, serta industri.

Prof. Saiful mengungkapkan apresiasinya atas penghargaan yang diberikan Presiden Prabowo kepada para guru besar yang hadir.

“Atas penghargaan beliau atas karya-karya guru besar kita yang sebetulnya memiliki kemampuan yang luar biasa, tetapi kita orang timur biasa merendah, tidak mau membangga-banggakan diri,” ujarnya.

Ia juga menyoroti substansi pembekalan yang berlangsung dari pukul 19.00 hingga 21.45 WIB, di mana Presiden Prabowo memaparkan proyeksi ekonomi Indonesia berdasarkan kajian lembaga-lembaga keuangan dan perbankan dunia.

Menurut Prof. Saiful, Presiden menegaskan bahwa apabila sumber daya alam Indonesia dikelola secara mandiri dan bebas dari praktik under-invoicing, pendapatan nasional berpotensi meningkat berlipat ganda.

Proyeksi tersebut menempatkan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi terbesar keempat dunia pada 2050, setelah Amerika Serikat, China, dan India.

“Pengelolaan sumber daya alam 25 tahun ke depan harus didesain kembali sesuai dengan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, yang intinya bahwa bumi dan air dikuasai oleh negara untuk kemakmuran rakyat,” kutip Prof. Saiful menyampaikan arahan Presiden.

Ia mencontohkan komoditas sawit sebagai gambaran nyata kebocoran nilai tambah, di mana selisih harga antara bahan mentah yang diekspor dari Indonesia dengan produk setengah jadi yang diolah dan diekspor kembali oleh negara lain mencapai hampir tiga kali lipat.

Prof. Saiful juga menekankan pesan penting bagi kalangan akademisi akan pentingnya meruntuhkan ego sektoral di antara guru besar.

“Selama ini kebanyakan guru besar kita masih ego sektoral di dalam bidang studi masing-masing, tidak saling silang ekspor. Misalnya untuk meneliti tentang sampah, seharusnya melibatkan lima atau enam bidang studi sehingga keputusan pemerintah dan produk yang dihasilkan dapat lebih komprehensif,” tegasnya.

Secara keseluruhan, Prof. Saiful menilai Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 sebagai forum yang tidak hanya memperluas wawasan para guru besar, tetapi juga memperkuat kesadaran kolektif tentang peran strategis perguruan tinggi dalam mendukung kemandirian ekonomi nasional. Kegiatan yang berlangsung selama 5,5 jam bersama Presiden tersebut turut dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka beserta jajaran Kabinet Merah Putih, dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto.(bj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *