Berita

Ketua DPN Tantang Aktivis Palembang Bersuara, Soroti Asap dan Dugaan Karhutla

×

Ketua DPN Tantang Aktivis Palembang Bersuara, Soroti Asap dan Dugaan Karhutla

Sebarkan artikel ini

De14dotcom, Medan — Persoalan kabut asap dan dugaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan kembali mendapat sorotan. Ketua Dewan Peduli Negeri (DPN), Acil , menantang para aktivis, mahasiswa, lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta insan pers di Palembang dan Sumatera Selatan untuk tidak tinggal diam menyikapi kondisi tersebut.

Menurut Acil, persoalan asap tidak boleh dianggap sebagai masalah biasa. Jika benar terdapat pembakaran hutan dan lahan yang dilakukan secara sengaja oleh oknum tertentu, maka harus ada keberanian untuk mengungkap siapa yang bertanggung jawab dan bagaimana proses pengawasannya selama ini.

KETUA DPN TANTANG AKTIVIS PALEMBANG BERSUARA, SOROTI ASAP DAN DUGAAN KARHUTLA

“Hey, aktivis Palembang, LSM, wartawan, mahasiswa yang ada di Sumatera Selatan, masa kalian diam saja? Jangan tutup mata terhadap persoalan asap yang terjadi di daerah kalian. Kalau memang ada pembakaran hutan dan lahan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, harus disuarakan dan diusut,” tegas Acil.

Ia mempertanyakan sejauh mana pemerintah daerah menjalankan tanggung jawabnya dalam mencegah kebakaran, menangani sumber asap, serta memastikan masyarakat mendapatkan udara yang layak dan aman untuk dihirup. Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya melakukan penanganan ketika kebakaran sudah meluas, tetapi juga harus memperkuat pengawasan dan penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melanggar.

Acil juga mendorong agar aktivis dan kelompok masyarakat sipil tidak hanya melakukan kritik di media sosial. Ia meminta persoalan tersebut dikawal secara langsung dengan mengumpulkan informasi, mendesak transparansi penanganan karhutla, serta meminta aparat mengusut setiap dugaan pelanggaran berdasarkan bukti yang ditemukan.

“Kalau kondisi udara sudah tidak sehat, ini bukan lagi persoalan sepele. Masyarakat yang merasakan dampaknya. Jangan sampai masyarakat yang menjadi korban, sementara pihak yang menyebabkan persoalan justru tidak tersentuh,” ujarnya.

Ia pun secara terbuka menantang elemen masyarakat sipil di Palembang dan Sumatera Selatan untuk bersuara dan meminta pertanggungjawaban pemerintah sesuai kewenangannya. Acil menegaskan, kritik terhadap pemerintah harus diarahkan pada penyelesaian masalah, bukan sekadar mencari sensasi.

“Jangan diam saja. Saya tantang aktivis, mahasiswa, LSM dan wartawan di Palembang untuk menyuarakan persoalan ini. Dorong agar dugaan pembakaran hutan dan lahan diusut secara transparan. Kalau ada pihak yang terbukti bersalah, harus diproses sesuai hukum,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *