ads

Diary Fimela : Kisah Kartika Satya dari Tidak Hobi Baca Sampai Bisa Jadi Penulis dan Terjual Buku hingga 18.000 Eksemplar


What inspired Kartika Satya to take up writing despite her lack of interest in reading, and how did she manage to overcome this obstacle?

Kartika Satya merupakan penulis Indonesia yang telah membuat kontribusi besar dalam dunia literasi. Ia adalah seorang wanita biasa yang lahir dan besar di sebuah desa di kaki gunung Bromo, Jawa Timur. Dari kecil, Kartika sangat tidak bergairah terhadap dunia baca-baca.

Pada tahun 2002, saat Kartika telah selesai sekolah menengah, ia ditawari untuk bergabung dengan pelatihan karawitan di Bali. Meski awalnya ragu, Kartika menerima tawaran tersebut dan menilai bahwa ini dapat menjadi kesempatan untuk tumbuh sebagai seorang individu dan untuk menemukan jati diri. Sejak saat itu, Kartika mulai menemukan kembali hobi yang dulu pernah ia miliki. Ia mulai banyak membaca dan bertemu dengan banyak orang yang menginspirasinya.

Kartika mulai memperhatikan dan memahami pengarang dan karya tertentu. Dari sana dia menemukan minatnya akan sastra dan mulai menulis cerita pendek dan artikel untuk majalah dan surat kabar lokal.

Ia mencoba berkontribusi kepada dunia literasi dengan menulis jejak sejarah perjalanannya dari tidak terlibat di dunia baca-baca hingga bisa menulis sebuah novel. Kartika juga secara aktif berusaha menggalang dana untuk meluncurkan dan mendistribusikan novel pertamanya yang berjudul Kisah Cinta Bianka, terbitan tahun 2020. Novel ini laris manis di pasar dan sampai sekarang terjual sekitar 18.000 eksemplar.

Kartika Sunyata telah menjadi inspirasi bagi banyak orang di Indonesia. Ia menunjukkan bahwa orang dapat mencapai cita-citanya dengan usaha keras dan ketekunan, meskipun telah mulai dengan titik awal yang tak menjanjikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *