smsi

MR KAHMI FDK UINSU Gelar Halalbihalal dan Seminar Nasional “Eco-Islamic Movement”

Medan — Majelis Rayon (MR) KAHMI Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sumatera Utara Medan menggelar kegiatan Halalbihalal yang dirangkai dengan Seminar Nasional, Sabtu (18/4/2026), di depan Gedung H.T.A. Lathief Rusydiy, FDK UINSU.

Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 hingga 12.30 WIB ini menjadi momentum mempererat silaturahmi pasca-Hari Raya Idulfitri sekaligus memperkuat sinergi antara alumni, civitas akademika, dan mahasiswa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum Majelis Daerah KAHMI Kota Medan Dr. H. Deliyuzar, Sp.Ak (K), M.Ked (PA), Ketua Umum MR KAHMI FDK UINSU Dr. Sadikin Bintang, MM, Sekretaris Umum Dr. Joko Susanto, M.I.Kom, Bendahara Umum Firdansyah, M.Hsb, MM, serta jajaran pengurus KAHMI.

Hadir pula Dekan FDK UINSU Prof. Dr. Hasana Sazali, M.H beserta para wakil dekan, kaprodi, dosen, tenaga kependidikan, Ketua Komisariat HMI FDK Try Akmal Hidayat, mahasiswa, serta perwakilan dari PTPN III. Tausiyah disampaikan oleh Tuan Guru Batak Dr. H. Ahmad Sabban Rajagukguk, MA.

Dalam sambutannya, Ketua MR KAHMI FDK UINSU Dr. Sadikin Bintang menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap mahasiswa.

“Kegiatan ini memang tidak direncanakan secara panjang, namun harus dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian kita kepada adik-adik mahasiswa. Kita butuh karya nyata, bukan sekadar wacana. Di momen akhir Syawal ini, kami juga mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MD KAHMI Kota Medan Dr. Deliyuzar menegaskan pentingnya peran KAHMI dalam mendukung aktivitas kampus.

“KAHMI adalah bagian dari keluarga besar kampus. Kita harus hadir sebagai jembatan komunikasi dan penguatan bagi adik-adik mahasiswa,” katanya.

Dekan FDK UINSU Prof. Hasana Sazali menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi inisiatif MR KAHMI.

“HMI adalah rumah besar. Spirit kita adalah membangun intelektualitas akademik. Terima kasih kepada seluruh panitia dan kepada Bang Sadikin Bintang sebagai inisiator yang terus memperhatikan FDK,” ungkapnya.

Dalam tausiyahnya, Dr. Ahmad Sabban Rajagukguk menekankan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi formal, melainkan ruang memperkuat hubungan kemanusiaan.

“Halal bihalal tidak semata dipahami dalam konteks hukum, tetapi sebagai ajang silaturahmi dan saling memaafkan untuk membangun hubungan yang harmonis,” ujarnya.

Ia juga mendorong penguatan sinergi antara alumni dan kader HMI melalui komunikasi yang sehat dan suasana kekeluargaan.

Adapun Seminar Nasional yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan mengangkat tema “Eco-Islamic Movement: Iman, Tanggung Jawab, dan Aksi Nyata dalam Penghijauan serta Pelestarian Lingkungan.”

Kegiatan ditutup dengan doa dan salam-salaman sebagai simbol saling memaafkan antar peserta yang hadir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *