smsi

2.550 Mahasiswa Sumut Dikerahkan Bantu Korban Terdampak Bencana

De14dotcom, Medan – sebanyak 2.550 mahasiswa dari perguruan tinggi negeri (PTN) maupun swasta (PTS) di Sumatera Utara telah diterjunkan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat dan pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera Utara. 

Program Mahasiswa Berdampak yang merupakan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI ini terlaksana selama sekitar satu bulan di lokasi terdampak bencana. 

Untuk di Sumatera Utara, ribuan pelajar tersebar ke daerah khusus, seperti Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan dan Langkat. 

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I, Prof Saiful Anwar Matondang menjelaskan, dalam pemilihan mahasiswa terdampak ini, mahasiswa diminta menyusun proposal dan anggaran untuk kegiatan pemulihan di lokasi-lokasi terdampak bencana yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Bahkan ada mahasiswa yang ditugaskan hingga ke Aceh Tamiang. Secara keseluruhan, terdapat 140 proposal yang disetujui. Mahasiswa dari berbagai organisasi bersedia terjun langsung selama satu bulan penuh selama masa liburan. Program ini sudah diluncurkan secara resmi, sekaligus sudah dilakukan penyematan tanda bagi mahasiswa yang bertugas di daerah terdampak,” ungkap Prof Saiful, Selasa (3/1/2026).

“Dari sekitar 140 proposal yang masuk, sebagian besar ditempatkan di kampus swasta, sedangkan dari PTN hanya sekitar 30-an proposal,” ungkapnya.

Setiap proposal melibatkan sekitar 50 mahasiswa dan didampingi dosen pembimbing, sehingga total pesertanya mencapai ribuan.

Beberapa kampus, lanjutnya, bahkan mengirim mahasiswa hingga ke luar Sumatera Utara, seperti ke Aceh Tamiang. Misalnya, UMN mengirim satu tim ke sana. 

2.550 Mahasiswa Sumut Dikerahkan Bantu Korban Terdampak Bencana, Deempatbelas.com

 

>>> Keringanan Biaya Kuliah

Sementara itu, terkait bantuan pendidikan, sejumlah pemerintah daerah juga telah mengajukan permohonan keringanan biaya kuliah. Sepweti, Bupati Aceh Tamiang. Ia meminta agar pelajar asal daerahnya yang terdampak dibebaskan dari pembayaran SPP selama satu semester. 

Selain itu, pihak kementerian juga telah mengusulkan lebih dari 6.000 mahasiswa untuk mendapatkan beasiswa satu semester dari pemerintah pusat. Dan aaat ini masih menunggu persetujuan dan realisasi anggaran.

Selama bertugas, mahasiswa ditempatkan di posko-posko yang sudah dibentuk kampus sebelumnya, seperti di Aceh Tamiang dan Tapanuli Selatan. Posko tersebut sebelumnya digunakan untuk tanggap darurat, kini dilanjutkan sebagai pusat kegiatan pemulihan. 

Sebagian siswa juga ditempatkan di rumah warga yang tidak terdampak. Teknis pelaksanaannya diatur masing-masing fakultas dan universitas.

“Kegiatan dilakukan berkolaborasi dengan pemerintah daerah, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten, termasuk dalam distribusi bantuan kesehatan dan logistik ke daerah-daerah yang sulit dijangkau,” tutupnya.(red) *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *