smsi

Pajak Parkir Medan Bocor: DPRD Medan Semprot Kinerja Bapenda, Setoran Dinilai Tak Masuk

De14dotcom, MEDAN – Aroma kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak parkir di Kota Medan makin menyengat. Anggota DPRD Medan dari Panitia Khusus (Pansus) PAD, dr Faisal Arbie M Biomed, secara terbuka menyebut kinerja Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) belum maksimal dan jauh dari kata rasional.

Pernyataan itu bukan tanpa dasar. Dari hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Pansus PAD, ditemukan fakta mencolok: jumlah kendaraan yang membludak di sejumlah lokasi usaha tidak sebanding dengan setoran pajak parkir yang masuk ke kas daerah.

“Ini tidak masuk akal. Kendaraan padat, tapi pajak yang disetor sangat minim. Ada apa sebenarnya?” tegas Faisal, dengan nada keras.

Salah satu temuan mencolok terjadi di area parkir restoran Mie Gacoan di Jalan SM Raja. Lokasi yang hampir tak pernah sepi itu justru tercatat menyetor pajak parkir dalam angka yang dinilai jauh dari logika.

Tak berhenti di situ, kejanggalan serupa juga ditemukan di restoran Dara Kupi. Dalam pengakuannya, pihak usaha hanya menyetor sekitar Rp500 ribu per bulan. Angka ini jelas jomplang dengan kondisi lapangan yang selalu dipadati kendaraan.

“Kalau kondisi parkir selalu penuh, lalu pajaknya hanya segitu, ini bukan lagi soal kurang optimal—ini patut dicurigai,” sindir Faisal.

Lebih jauh, Pansus juga mencium indikasi praktik tak wajar dalam pelaporan pajak hiburan dan hotel. Ditemukan dugaan penggunaan Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah (NPWPD) yang tidak sesuai,

bahkan ada indikasi ‘menumpang’ pada sektor lain.

Situasi ini memperkuat dugaan adanya celah sistemik yang membuka ruang manipulasi dan kebocoran PAD.

Faisal pun mendesak Bapenda Kota Medan untuk berhenti bekerja setengah hati. Ia menegaskan bahwa potensi PAD dari sektor parkir sangat besar dan tidak boleh terus dibiarkan bocor tanpa pengawasan ketat.

“Jangan sampai PAD hanya jadi angka di atas kertas, sementara di lapangan bocor ke mana-mana. Ini uang rakyat,” tegasnya.

Kondisi ini menjadi tamparan keras bagi pengelolaan pajak di Kota Medan. Jika tak segera dibenahi, bukan tidak mungkin kebocoran akan terus berlangsung—dan publik hanya akan jadi penonton dari potensi yang tergerus diam-diam.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *