Medan– Tokoh masyarakat Sumatera Utara berdarah Aceh, HM Nezar Djoeli, ST, mengajak seluruh masyarakat Aceh di Sumatera Utara untuk menyukseskan Musyawarah Besar (MUBES) XII Aceh Sepakat Sumatera Utara Tahun 2026 yang akan dilaksanakan pada Sabtu di Balai Raya Aceh Sepakat.
Menurutnya, MUBES XII bukan sekadar agenda organisasi, tetapi menjadi momentum penting untuk mempererat persatuan, memperkuat silaturahmi, dan meningkatkan kontribusi masyarakat Aceh dalam pembangunan Sumatera Utara.
HM Nezar Djoeli berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara serta pemerintah kabupaten dan kota memberikan perhatian terhadap masyarakat Aceh yang telah menetap di berbagai daerah di Sumatera Utara, khususnya dalam hal administrasi kependudukan.
Kemudahan dalam pengurusan perpindahan domisili, perubahan KTP, Kartu Keluarga, dan dokumen kependudukan lainnya dinilai penting agar masyarakat memperoleh akses yang setara terhadap layanan pendidikan, kesehatan, dan program kesejahteraan.
Ia juga mengimbau agar tidak ada lagi persoalan kependudukan ganda di kalangan masyarakat Aceh yang telah menetap di Sumatera Utara. Dengan administrasi yang tertib, masyarakat diharapkan dapat menikmati hak dan pelayanan publik secara optimal sesuai ketentuan yang berlaku.
Berdasarkan perkiraan, jumlah masyarakat Aceh yang tinggal di Sumatera Utara saat ini mencapai sekitar 1,5 hingga 2 juta jiwa dan tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Potensi tersebut merupakan kekuatan besar yang dapat menjadi mitra strategis dalam mendukung pembangunan daerah melalui kolaborasi yang baik dengan pemerintah setempat.
Dalam kesempatan itu, HM Nezar Djoeli juga menyampaikan bahwa semangat penyelenggaraan MUBES Aceh Sepakat mengedepankan nilai-nilai musyawarah sebagaimana dikenal dalam tradisi dan ajaran Islam. Menurutnya, proses pemilihan pemimpin di lingkungan Aceh Sepakat diharapkan dilaksanakan melalui musyawarah untuk mencapai mufakat dengan mengutamakan persatuan dan kebersamaan.
Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dalam MUBES nantinya dapat diterima dan dihormati oleh seluruh peserta sebagai bagian dari komitmen menjaga kekompakan organisasi. Perbedaan pandangan dalam musyawarah merupakan hal yang wajar, namun hasil akhirnya diharapkan menjadi keputusan bersama yang memperkuat persaudaraan.
Nezar menegaskan bahwa Aceh Sepakat merupakan organisasi sosial yang bersifat nonbudgeter, sehingga keberadaannya bertumpu pada semangat kebersamaan, gotong royong, dan partisipasi masyarakat Aceh di perantauan.
Karena itu, ia mengajak seluruh warga Aceh di Sumatera Utara untuk terus menjaga kekompakan, menjadikan organisasi ini sebagai wadah silaturahmi, saling membantu, serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman.
“Mari kita sukseskan MUBES XII Aceh Sepakat sebagai ajang mempererat ukhuwah, memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, dan membangun Sumatera Utara bersama-sama. Persatuan adalah modal utama untuk melahirkan kemajuan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” ujar HM Nezar Djoeli.












