indeks

UMKM Djamoe Ala Mbo Dek Kini Lebih Produktif Berkat Teknologi Tepat Guna dari Universitas Dhyana Pura

×

UMKM Djamoe Ala Mbo Dek Kini Lebih Produktif Berkat Teknologi Tepat Guna dari Universitas Dhyana Pura

Sebarkan artikel ini

DENPASAR – Tim Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Dhyana Pura melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) menghadirkan inovasi teknologi tepat guna untuk meningkatkan efisiensi produksi jamu tradisional di UMKM Djamoe Ala Mbo Dek, yang berlokasi di Kebun Kalpataru, Jalan Sedap Malam, Denpasar.

Program tersebut difokuskan pada peningkatan produktivitas, mutu produk, dan daya saing usaha jamu berbahan baku rimpang melalui penerapan teknologi serta pendampingan kepada pelaku usaha.

UMKM DJAMOE ALA MBO DEK KINI LEBIH PRODUKTIF BERKAT TEKNOLOGI TEPAT GUNA DARI UNIVERSITAS DHYANA PURA

Selama ini, UMKM Djamoe Ala Mbo Dek memproduksi sekitar 50–100 liter jamu per hari dengan waktu produksi mencapai sekitar enam jam. Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah proses pencacahan rimpang yang masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup besar.

Melalui penerapan alat pencacah basah dan alat pencacah kering, proses pencacahan yang sebelumnya memerlukan waktu sekitar 15 menit kini dapat diselesaikan hanya dalam sekitar satu menit. Inovasi tersebut mampu memangkas waktu kerja lebih dari 80 persen, sehingga proses produksi menjadi jauh lebih efisien dan beban kerja pelaku UMKM berkurang secara signifikan.

Program ini dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa Universitas Dhyana Pura yang berasal dari Program Studi Teknik Informatika dan Program Studi Gizi. Tim dipimpin oleh Putu Wida Gunawan, S.Si., M.Cs., dengan anggota I Gusti Ayu Wita Kusumawati, S.Si., M.Sc., serta Dr. nat. techn. Ida Bagus Agung Yogeswara, S.TP., M.Sc. Dibantu mahasiswa Edo Karisma, Reineldis Nini Salu, dan Yadi Kabukut Pangga Leo.

Kolaborasi lintas disiplin tersebut memadukan pemanfaatan teknologi, aspek keamanan pangan, dan pengembangan usaha agar UMKM memiliki daya saing yang lebih kuat.

Ketua tim PKM, Putu Wida Gunawan, menjelaskan bahwa teknologi yang diberikan dirancang berdasarkan kebutuhan nyata mitra sehingga dapat langsung dimanfaatkan dalam aktivitas produksi sehari-hari.

“Tujuan kami bukan hanya memberikan peralatan, tetapi juga meningkatkan kemampuan mitra dalam memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan proses produksi yang lebih efisien, produk yang lebih berkualitas, dan usaha yang semakin berdaya saing,” ujarnya.

Selain menyerahkan berbagai peralatan berupa alat pencacah basah, alat pencacah kering, alat penyaring, alat pengkodean produk, dan showcase, tim PKM juga memberikan pelatihan mengenai higiene dan sanitasi pengolahan pangan, pelabelan produk, penyimpanan yang baik, hingga strategi pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar.

Pemilik UMKM Djamoe Ala Mbo Dek, Ni Wayan Eka Sulisia Dewi, mengaku merasakan manfaat langsung dari program tersebut. Menurutnya, penggunaan alat pencacah membuat proses persiapan bahan baku menjadi jauh lebih cepat sehingga pekerjaan lebih ringan dan alur produksi semakin efisien.

Ia juga menyebut pendampingan mengenai higiene sanitasi, pelabelan, penyimpanan produk, dan pemasaran digital memberikan wawasan baru yang sangat bermanfaat bagi pengembangan usahanya.

“Terima kasih kami sampaikan kepada DPPM yang telah memberikan bantuan alat-alat melalui tim PKM Universitas Dhyana Pura, sehingga dapat mempercepat proses produksi kami,” kata Eka.

Melalui Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat ini, Universitas Dhyana Pura berharap sinergi antara perguruan tinggi dan pelaku UMKM dapat terus melahirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Penerapan teknologi tepat guna diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi, memperkuat kualitas dan keamanan produk, serta meningkatkan daya saing jamu tradisional sebagai produk unggulan berbasis kearifan lokal.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Anggaran 2026 berdasarkan Kontrak Induk Nomor 211/C3/DT.05.00/PM/2026 dan Kontrak Turunan Nomor 690/DST/LL8/DT.05.00/2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *