De14dotcom, Batu Bara – Di tengah padatnya tugas menjaga ketertiban lalu lintas, keluarga besar Satuan Lalu Lintas Polres Batu Bara memilih berhenti sejenak. Bukan untuk beristirahat, melainkan untuk berbagi kebahagiaan dengan mereka yang membutuhkan.
Sabtu sore (7/3/2026), halaman Kantor Pelayanan SATPAS Polres Batu Bara berubah menjadi ruang kebersamaan. Tawa anak-anak yatim menggema, menyatu dengan suasana hangat Ramadhan yang penuh berkah.
Kegiatan buka puasa bersama sekaligus pemberian santunan kepada 20 anak yatim tersebut dihadiri langsung Kapolres Batu Bara AKBP Doly Nelson H.H. Nainggolan, didampingi Wakapolres Kompol Supendi serta Kasatlantas AKP Simon E. Simatupang, bersama jajaran pejabat utama Polres Batu Bara.
Bagi anak-anak yang hadir, momen ini bukan sekadar acara seremonial. Mereka duduk bersama para personel Satlantas, berbincang dan bercanda sambil menunggu waktu berbuka puasa dengan wajah penuh harapan.
Dalam sambutannya, Kapolres Batu Bara menegaskan bahwa Ramadhan bukan hanya tentang meningkatkan ibadah pribadi, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial kepada sesama.
“Ramadhan mengajarkan kita untuk saling berbagi. Semoga kebersamaan ini membawa kebahagiaan bagi anak-anak kita dan menjadi keberkahan bagi kita semua,” ujar Kapolres.
Usai sambutan, satu per satu anak yatim maju ke depan menerima santunan dari Kapolres dan Kasatlantas. Momen sederhana tersebut terasa hangat. Beberapa anak tampak tersenyum lebar saat menerima bantuan, sementara para personel Satlantas terlihat ikut larut dalam suasana haru.
Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan SATPAS Polres Batu Bara ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat soliditas internal sekaligus menunjukkan bahwa kehadiran Polri tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat.
Menjelang azan magrib, seluruh peserta kegiatan kemudian duduk bersama menikmati hidangan berbuka puasa. Tidak ada sekat antara seragam polisi dan anak-anak yang hadir—semuanya larut dalam kebersamaan yang hangat.
Ramadhan kali ini kembali membuktikan bahwa di balik kerasnya tugas aparat di jalan raya, ada sisi humanis yang terus hadir untuk masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, tertib, dan penuh kekeluargaan. (HS)







