smsi

Aliansi Aktivis Kota Desak Pengungkapan Kasus Teror Bom Molotov di Sibolga

De14dotcom, Sibolga – Koordinator Aliansi Aktivis Kota, Rizky W Pranata, secara tegas meminta kepada pihak kepolisian, khususnya Polres Sibolga, untuk segera menangkap pelaku teror pelemparan bom molotov yang menimpa rumah warga atas nama Risaman Lase pada: Tanggal, 12 Maret 2026, Waktu Sekitar pukul 02.00 WIB. Korban menyampaikan bahwa pelaku melemparkan bom molotov ke rumahnya pada dini hari, yang mengakibatkan ketakutan dan trauma mendalam bagi keluarga, Rabu, 6 April 2026.

Pada hari yang sama, sekitar pukul 09.00 WIB, korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sibolga dengan menyerahkan sejumlah barang bukti, antara lain:

Rekaman CCTV, Botol bekas terbakar, Sumbu yang digunakan pelaku. Namun hingga saat ini, meskipun pihak kepolisian telah memberikan SP2HP sebanyak tiga kali, belum ada kejelasan terkait penangkapan pelaku.

Berdasarkan hasil penelusuran:

1. Pelaku sempat terekam berada di sekitar Bakso Pakmin Jalan Gambolo sebelum kejadian.

2. Pelaku diduga sempat berinteraksi dengan oknum patroli di sekitar peralihan Jalan Satu dan Jalan Dua.

3. Area tersebut serta lokasi rumah korban memiliki banyak CCTV yang seharusnya dapat menjadi petunjuk kuat untuk mengungkap pelaku.

Pada tanggal 6 April 2026, korban telah membuat laporan resmi ke Polres Sibolga. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap lambannya proses penanganan kasus. Dampak yang Dialami Korban Akibat kejadian tersebut, Keluarga korban mengalami trauma berat Istri korban jatuh sakit Muncul ancaman lanjutan dari nomor tidak dikenal yang menyatakan: “tunggu part ke II”

Ancaman ini juga telah dilaporkan, namun hingga kini belum ada tindakan tegas terhadap pelaku..

Korban menduga kuat bahwa teror ini berkaitan dengan aktivitasnya mengungkap dugaan penimbunan bantuan sosial. Sebelumnya, pada 11 Maret 2026, korban menerima laporan masyarakat terkait dugaan penimbunan bantuan di Kampus Perikanan, Panomboman, Kota Sibolga Korban bersama pihak Polres Sibolga langsung melakukan pengecekan dan menemukan adanya bantuan yang diduga ditimbun. Bantuan tersebut disebut berasal dari Akabri 98 yang disalurkan pada 11 Januari 2026.

Temuan tersebut kemudian didokumentasikan dan dipublikasikan melalui media sosial.

Pernyataan Tegas Koordinator Aliansi Aktivis Kota, Rizky W Pranata, menyampaikan:

“Kami mendesak pihak kepolisian untuk segera mengungkap dan menangkap pelaku. Bukti sudah jelas, CCTV tersedia, namun hingga saat ini belum ada tindakan tegas. Ini menyangkut keamanan warga dan kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.”

Aliansi Aktivis Kota menegaskan bahwa:

1. Kasus ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut

2. Aparat penegak hukum harus bertindak profesional dan transparan

3. Perlindungan terhadap masyarakat harus menjadi prioritas utama.

Apabila dalam waktu dekat tidak ada perkembangan signifikan, pihak aliansi menyatakan akan mengambil langkah lanjutan secara terbuka di tingkat nasional tegas ucap Rizki.(red) *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *