ads

Jokowi Resmi Terdaftar Sebagai Pemilih, KPU: Simbol Pemilu 2024 Tetap Berjalan

Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo atau yang akrab dipanggil Jokowi telah resmi terdaftar sebagai pemilih pada Pemilu mendatang. Meski demikian, KPU menegaskan bahwa simbol Pemilu 2024 tetap berjalan.

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan bahwa Pemilu adalah hak setiap warga negara dan ini juga termasuk Presiden Jokowi. Sebagai seorang warga negara yang baik, Presiden Jokowi telah memenuhi persyaratan administratif yang diperlukan untuk menjadi pemilih.

“Presiden sebagai warga negara, sebagai pemimpin dalam kedudukannya sebagai presiden, itu tentu harus memenuhi persyaratan sebagai pemilih. Sebenarnya itu sudah dilakukan oleh beliau beberapa saat yang lalu,” ujar Arief dalam konferensi persnya.

Arief menjelaskan proses pendaftaran pemilih untuk Presiden Jokowi berlangsung sama seperti prosedur yang dilakukan oleh warga negara biasa. Pada saat daftar pemilih tahap pertama, yakni pada Januari 2021, Presiden Jokowi telah mendaftarkan diri sebagai pemilih di TPS yang terletak di Istana Kepresidenan.

KPU juga menegaskan bahwa keputusan Presiden Jokowi untuk mendaftar sebagai pemilih tidak akan berdampak negatif pada kinerja Presiden dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai kepala negara.

“Presiden tentu juga masih memiliki peranannya sebagai kepala negara, menjalankan tugas-tugas, responsibilitas-nya sebagai kepala negara betul-betul terus dilaksanakan,” kata Arief.

Ketua KPU tersebut juga menyinggung tentang simbol Pemilu 2024 yang telah dijadikan maskot oleh KPU. Arief mengatakan bahwa simbol tersebut tetap berjalan meski Presiden Jokowi telah terdaftar sebagai pemilih.

“Untuk simbol Pemilu 2024 tetap berjalan dan itu tidak berdampak dengan adanya pendaftaran beliau sebagai pemilih,” ujar Arief.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyambut baik keputusan Presiden Jokowi untuk mendaftar sebagai pemilih pada Pemilu mendatang. Fadli mengatakan bahwa keputusan tersebut merupakan bukti kesetiaan Presiden Jokowi terhadap demokrasi di Indonesia.

“Saya lihat itu sebagai sebuah hal positif dan sebagai kesetiaan Bang Jokowi yang sungguh-sungguh ingin memperkuat demokrasi kita,” ujar Fadli dalam sebuah wawancara.

Namun, Fadli juga mengingatkan bahwa sebagai seorang pemilih, Presiden Jokowi tetap harus mempertahankan netralitasnya dalam memimpin negara. Sebagai pemimpin negara, Presiden Jokowi harus mampu menjaga kepentingan negara di atas kepentingan politik yang sempit.

“Ini adalah hak setiap warga negara, bahkan hak yang tidak boleh dirampas. Kita apresiasi dan kita doakan semoga apa yang diinginkan Bang Jokowi untuk memperkuat demokrasi kita bisa terwujud, tetapi seorang pemimpin negara harus mempertahankan netralitas dan menjaga kepentingan negara di atas kepentingan politik,” tegas Fadli.

Meski menjadi seorang pemilih pada Pemilu mendatang, Presiden Jokowi tetap harus tetap memimpin negara dengan bijak dan adil. Sebagai pemimpin negara, ia harus mampu menjaga kepentingan rakyat di atas kepentingan kelompok tertentu. Pemilu yang adil dan bersih adalah hak setiap warga negara dan semoga simbol Pemilu 2024 yang digunakan oleh KPU dapat mencerminkan demokrasi yang sehat dan transparan di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *