smsi

Dari Medan untuk Indonesia, Alarick Danish Pradhana Soeroso Juara 1 Karateka Piala Kemenpora. Total 14 Medali Sepanjang Tahun 2025 . 

Medan — Di usia yang masih sangat belia, Alarick Danish Pradhana Soeroso telah membuktikan bahwa mimpi besar bisa tumbuh dari langkah kecil. Bocah 6 tahun asal Kota Medan ini kembali mengharumkan nama tanah kelahirannya setelah meraih Juara 1 Festival SD Kelas 2 KATA Sabuk Putih–Kuning Putra dalam ajang Kejuaraan Karate Open Tingkat Nasional Piala Kemenpora RI di GOR Ciracas, Jakarta Timur, pada 27–28 Desember 2025.

Bagi Alarick, kemenangan ini bukan sekedar medali emas. Ini adalah cerita tentang seorang anak Medan yang membawa semangat kampung halamannya ke panggung nasional.

Sepanjang tahun 2025, siswa kelas 2 Sekolah Dasar (SD) Sutomo 1 Medan ini telah mengoleksi 14 medali dari berbagai kejuaraan karate tingkat nasional dan internasional.

Sejak diperkenalkan dengan karate pada usia 5 tahun, Alarick tumbuh bersama nilai disiplin dan keberanian. Meski berasal dari keluarga yang sangat berkecukupan, orang tuanya memilih membesarkan Alarick dengan prinsip sederhana “berjuang dengan usaha sendiri”.

Sang ayah, dr.Moh Ramadhani Soeroso, Sp.P(K)-Onk, yang akrab disapa Dokter Denni yakni Dokter spesialis paru dan Ibunya Pujiyani, selalu menanamkan pentingnya kerja keras dan kepercayaan diri.

“Alarick kami ajarkan untuk tidak mudah menyerah. Kami ingin dia mengenal arti berusaha sejak kecil. Alhamdulillah, hasilnya bisa ia rasakan sendiri,” ujar Dokter Denni kepada media, Jumat, 30 Januari 2026.

Kini Alarick berlatih di Dojo Soeroso Wado Karate Indonesia. Dojo itu berdiri pada tanggal 13 Oktober 2025 di Medan. Di bawah bimbingan Sensei Eddy Darwan, ia terus mengasah kemampuan, bukan hanya untuk meraih juara, tetapi juga untuk belajar menghormati lawan dan mencintai olahraga yang digelutinya.

Kejuaraan Karate Open Tingkat Nasional Piala Kemenpora RI diikuti ratusan karateka pelajar dari seluruh Indonesia. Ajang ini menjadi panggung bagi anak-anak bangsa untuk menunjukkan potensi terbaiknya. Di tengah riuh sorak penonton di Jakarta, Alarick berdiri sebagai wakil kecil dari Medan yang membawa harapan besar.

Dari kota yang melahirkannya, langkah Alarick kini menembus batas provinsi dan pulau. Medali emas itu bukan hanya miliknya, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi Medan, tanah kelahiran yang mengajarkannya arti ketekunan, keberanian, dan mimpi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *