Kriminal

Muhri Fauzi Hafiz Sebut BPP HIPMI Butuh Sosok Ketum yang Rendah Hati

×

Muhri Fauzi Hafiz Sebut BPP HIPMI Butuh Sosok Ketum yang Rendah Hati

Sebarkan artikel ini

De14dotcom, Medan – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) XVIII, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), yang akan menentukan kepemimpinan periode 2026–2029, berbagai pandangan mulai bermunculan terkait tokoh-tokoh yang dinilai layak memimpin organisasi pengusaha muda terbesar di Indonesia tersebut.

Muhri Fauzi Hafiz dari Media Indonesia Raya (MIRA) menilai, HIPMI membutuhkan sosok Ketua Umum yang tidak hanya memiliki kapasitas standar kepemimpinan, tetapi juga karakter rendah hati dan kemampuan memahami berbagai kalangan. Menurutnya, kriteria tersebut tercermin pada sosok Ade Jona Prasetyo yang saat ini masuk dalam bursa calon Ketua Umum BPP HIPMI.

MUHRI FAUZI HAFIZ SEBUT BPP HIPMI BUTUH SOSOK KETUM YANG RENDAH HATI

“Rendah hati adalah karakter pemimpin yang terbentuk dari lingkungan dan proses kehidupan yang panjang. Karakter ini dekat dengan kesabaran serta kebijaksanaan, sehingga tidak bisa dibangun secara instan. Biasanya, orang yang rendah hati mampu mengendalikan emosinya dan memahami orang lain dengan baik. Kami melihat kualitas itu ada pada diri Ade Jona Prasetyo,” ujar Muhri Fauzi Hafiz kepada wartawan di Medan, Minggu (7/6/2026).

Muhri Fauzi Hafiz menilai, rendahnya hati dan kemampuan memahami orang lain merupakan dua karakter yang memiliki nilai strategi bagi organisasi sebesar HIPMI. Generasi muda Indonesia saat ini membutuhkan sosok teladan yang mampu menunjukkan sikap kerja keras, kesabaran, serta kedekatan dengan masyarakat luas.

“Ke depan, anak-anak muda Indonesia membutuhkan pemimpin yang tidak berjarak dengan anggotanya, tidak sombong, dan mampu menjadi teladan. Nilai-nilai itu penting agar HIPMI semakin relevan dengan kebutuhan generasi muda dan dunia usaha yang terus berkembang, dan rekam jejak Ade Jona Prasetyo sudah menunjukkan kapasitas kepemimpinan yang telah teruji tersebut. Kami yakin HIPMI akan semakin inklusif dan membumi jika dipimpin oleh sosok yang mampu merangkul berbagai kalangan, dan Ade Jona Prasetyo yang sudah menunjukkan sikap itu juga ke publik dalam kampanye maupun debat yang dilakukan,” ujar Muhri Fauzi. Hafiz berakhir. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *